Entry: tenang peri Friday, March 16, 2007



aku juga melihatnya di sela tulisan yang terketik, wajah yang datang-pergi, dan tiap tukar ujar.
kadang ia menyelip pada mimpi-mimpi
seumpama hajaran berdarah manis

kuak akan berhenti disitu saja
selayak aku ingin ia diingat seperti itu
jangan lebih

maka ingatlah jaket hitam-merah yang bau apek
pesawat terbang kecil di sudut langit yang kuning
atau ruam samar akibat ciuman
jemari yang bertaut terlalu erat

kapan lagi senyum beriringan dengan lirih?

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments