Friday, March 16, 2007
tenang peri

aku juga melihatnya di sela tulisan yang terketik, wajah yang datang-pergi, dan tiap tukar ujar.
kadang ia menyelip pada mimpi-mimpi
seumpama hajaran berdarah manis

kuak akan berhenti disitu saja
selayak aku ingin ia diingat seperti itu
jangan lebih

maka ingatlah jaket hitam-merah yang bau apek
pesawat terbang kecil di sudut langit yang kuning
atau ruam samar akibat ciuman
jemari yang bertaut terlalu erat

kapan lagi senyum beriringan dengan lirih?


Posted at 01:13 am by perimerah

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments





Previous Entry Home Next Entry



   



If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed