aku juga melihatnya di sela tulisan yang terketik, wajah yang datang-pergi, dan tiap tukar ujar.
kadang ia menyelip pada mimpi-mimpi
seumpama hajaran berdarah manis
kuak akan berhenti disitu saja
selayak aku ingin ia diingat seperti itu
jangan lebih
maka ingatlah jaket hitam-merah yang bau apek
pesawat terbang kecil di sudut langit yang kuning
atau ruam samar akibat ciuman
jemari yang bertaut terlalu erat
kapan lagi senyum beriringan dengan lirih?
Posted at 01:13 am by perimerah