 |

Thursday, October 04, 2007
I really need a dialysis. seriously.
Who is the man I see Where I'm supposed to be? I lost my heart, I buried it too deep Under the iron sea
Oh, crystal ball, crystal ball Save us all, tell me life is beautiful Mirror, mirror on the wall
Lines ever more unclear Not sure I'm even here The more I look the more I think that I'm Starting to disappear
Oh, crystal ball, crystal ball Save us all, tell me life is beautiful Mirror, mirror on the wall Oh, crystal ball, hear my song I'm fading out, everything I know is wrong So put me where I belong
I don't know where I am And I don't really care I look myself in the eye There's no-one there I fall upon the earth I call upon the air But all I get is the same old vacant stare
Oh, crystal ball, crystal ball Save us all, tell me life is beautiful Mirror, mirror on the wall Oh, crystal ball, hear my song I'm fading out, everything I know is wrong So put me where I belong
[Crystal Ball - Keane]
Posted at 01:19 pm by drakulahijau
Permalink
Monday, March 19, 2007
ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ade di sini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini ada disini
Posted at 12:55 am by perimerah
Permalink
Sunday, March 18, 2007
hampir seperti keriaan di pasar malam tradisional, istirahat sore di padang sabana yang ramah
lebih menarik dari rayuan kembang goyang kemericik hujan bintang di malam yang berbatasan dengan pagi
ini bukan awal sebuah permulaan hanya perjalanan (kembali) yang menyenangkan
Posted at 03:01 am by perimerah
Permalink
Friday, March 16, 2007
aku juga melihatnya di sela tulisan yang terketik, wajah yang datang-pergi, dan tiap tukar ujar. kadang ia menyelip pada mimpi-mimpi seumpama hajaran berdarah manis
kuak akan berhenti disitu saja selayak aku ingin ia diingat seperti itu jangan lebih
maka ingatlah jaket hitam-merah yang bau apek pesawat terbang kecil di sudut langit yang kuning atau ruam samar akibat ciuman jemari yang bertaut terlalu erat
kapan lagi senyum beriringan dengan lirih?
Posted at 01:13 am by perimerah
Permalink
Thursday, March 15, 2007
do you think it's weird and unhealthy when all the guys have eyes on you but you only has eyes on this particular guy..i mean boy. the boy that cause tears for the past ten months. the boy who did nothing but hide?
Posted at 01:35 am by perimerah
Permalink
Tuesday, March 13, 2007
perempuan yang membunuh malam
Telah meninggal malam.
Jasadnya dikebumikan dengan upacara yang layak.
Semoga kita yang ditinggal tidak kehilangan
atau mengalami kekacauan yang berlebihan
Begitu isi obituari yang kubaca pada suratkabar pagi ini. Aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Memang malam kemarin tidurku terasa aneh. Seperti bukan tidur di malam hari.
Di halaman depan ada berita tentang kematian sang malam. Katanya malam dibunuh oleh seorang perempuan. Dengan apa malam dibunuh masih misteri bahkan bagi polisi karena sang perempuan masih belum mau bicara. Di situ juga dituliskan bahwa si perempuan akan dihukum mati karena telah menciptakan kekacauan. Karena malam tidak ada lagi, orang-orang bingung dengan 24 jam terang yang mereka punya. Dalam foto yang dipasang di sebelah berita, perempuan itu terlihat lelah sekaligus lega. Senyumnya patah, aneh. Legam rambutnya sama awut-awutannya dengan cardigan yang dipakainya. Matanya yang besar menyirobok mataku dan sejenak kemudian, aku terhisap dalam cerita yang terangkum di otaknya:
“Aku membunuhnya karena ia tak lagi memberiku kantuk. Ia terus berbicara dan mengajak bicara. Jika aku tidak menurutinya, ia akan membuatku menangis. Lalu aku mengadu pada ibuku. Katanya pejamkan saja matamu dan matikan semua lampu, pasti kantuk akan diberi juga. Aku melakukannya. Bahkan telah kututupi mukaku dengan selimut dan minum segelas susu hangat sebelumnya. Alih-alih malah air mataku mengalir deras tak tentu. Bermalam-malam aku tersedu dan malam terus bergulir lambat. Meskipun aku memohon dan terus memohon, ia tak mau memberiku kantuk. Lantas, kuajak ia dalam perundingan. Ia boleh lalai memberiku kantuk, tetapi ia harus segera berlalu. Sehingga malamku tak lagi sendu. Menggugu, mencari pegangan yang hilang. Ambles dalam turunan yang tajam dan mengerikan. Maka tak perlu lagi kurayu-rayu leherku untuk selalu mendongak dalam air yang dalam lagi deras. Tetapi, sang malam, oh, terlampau kejam. Ia iyakan semuanya. Bahkan dengan jabat tangan yang mantap dan pasti. Sungguh ia berjalan lambat betul. Berlama-lama dalam singgasananya, bahkan ketika bintang, biduk, dan bulan telah lelah ia tetap di sana. Mungkin sambil tergelak melihat aku meratapi kelamnya. Oh, sungguh-sungguh kejamnya sang malam. Bukan sehari-dua ia begitu. Tujuh bulan penuh tanpa ragu. Ia melakukannya dengan sengaja. Mungkin menjadikan aku yang tersengut-sengut sebagai hiburan pribadinya. Maka, pada suatu pagi ketika akhirnya ia lengser, aku menyusun rencana untuk membunuhnya. Supaya ia tak pernah bisa mengganggu ‘ku lagi. Begitu serius ‘ku rancang rencanaku, sehingga terlewatlah waktu mandi, makan pagi, makan siang, dan waktu minum teh sore. Hampir-hampir aku terlewat malam. Kalau aku terlewat malam, percumalah aku menyusun rencana pembunuhannya. Ha! Ketika petang mendesir, aku terkikik tak tahan. Bayangan bahwa aku akan menikmati istirahatku tidak lagi dalam kelam dan bayang-bayang yang mengerikan, tanpa seguk-seguk yang membuat sesak dada begitu menggembirakan hingga ibuku bertanya mengapa aku terkikik-kikik dibalik mataku yang berkantung gelap. Lalu begitulah, malam itu kubunuh sang malam. Ah, aku hanya ingin menyudahi isak. Bukankah sudah saatnya jika berkaca kulihat senyum yang segar dan berseri? Bukan wajah yang melayu bekas disandera malam.
Dan woooosh! kembalilah aku pada meja makanku. Memegang suratkabar dan gemetar menatap foto perempuan si pembunuh malam. Aku harus segera ke kantor polisi dan mengatakan semuanya. Perempuan itu tidak bersalah. Perempuan itu hanya ingin berhenti menangis.
‘Ku sambar kunci mobil sambil berlari. Istriku yang berteriak-teriak dibelakang tak kuhiraukan. Aku harus segera ke kantor polisi!
Posted at 12:09 am by perimerah
Permalink
Monday, March 12, 2007
smiles do happen eventually
it's always nice to know that someone is ready to catch you when you fall 
Posted at 03:37 pm by perimerah
Permalink
Saturday, March 10, 2007
sabtu pagi kembali ke rumah. perjalanan yang lumrah. malam telah terbunuh. perempuan bisa apa saja.
permintaan beradu dibalas gereget sensasi. lalu melayu yang pura-pura kembang. ini bukan hasrat apalagi cinta. insting binatang belaka.
ini tentang permintaan kesempatan kedua. tentang bulan yang lupa berkunjung. ledeng yang bocor melulu. gugur satu tumbuh seribu.
kemarin-kemarin ditenggak beberapa obat pembantu. ternyata alam bawah sadar tak mampu mereka belenggu. sungguh tidak pernah tahu.
besok mungkin beda cerita. meski malam tidak ada lagi
Posted at 01:58 pm by perimerah
Permalink
Saturday, October 14, 2006
kalau saja aku dapat melukis
mungkin aku tidak akan menemukan kesulitan seperti sekarang
menceritakan rindu yang rasanya makin saja terlarang
duhai, betapa irinya aku
melihatmu melangkah tanpa ragu
sementara diriku masih saja termangu
duhai lelaki yang jalang!
ajarkan aku menghapusmu dari ingatan yang panjang
dan semoga setelahnya aku dapt menangis
Posted at 07:55 pm by perimerah
Permalink
Thursday, August 17, 2006
Pertama, kita ucapkan puji sukur kita kepada Tuhan Yang maha esa atas segala karunia dan nikmatNya.
Kedua, kita ucapkan terima kasih kita kepada para pejuang negara Indonesia yang rela memperjuangkan harta dan nyawa demi KEMERDEKAAN TANAH AIR nya.
Ketiga, kita ucapkan terima kasih kepada semua anak turun Adam yang telah LUPA akan pengorbanan orang orang terdahulu, dimana mereka rela MATI demi kemerdekaan negara untuk diri dan anak turun mereka.
Apapun yang terlupakan belom tentu hilang. Mari kita INGAT KEMBALI dan hormat pada para pejuang negara kita yang telah gugur didalam perjuangan, dan dengan ini upaya kita untuk awali apa yang kita panggil "CINTA TANAH AIR".
~
Posted at 06:09 pm by vitacharm
Permalink
|
 |
|
|
|
|